Dual Boot Windows dengan VHDX
Bermain-main dengan instalasi dual boot di Windows memang seru. Yang tidak seru adalah ketika harus berurusan dengan partisi. Bukan hanya susah, tapi juga berisiko menyebabkan hilangnya data apabila tidak dilakukan dengan benar.
Untungnya, Windows bisa di-install di dalam file VHDX. File VHDX adalah format virtual disk yang bisa digunakan untuk menyimpan file, baik itu file dokumen, media, bahkan installasi Windows sekalipun. Dengan begitu, dual boot Windows bisa dilakukan tanpa harus partisi ulang HDD/SSD.
Dengan asumsi laptop atau PC sudah ter-install Windows dan ingin menambah instalasi Windows yang lain, berikut ini langkah-langkahnya.
Langkah 1: Siapkan file .vhdx
- Buka Disk Management (Win + X → "Disk Management").
- Klik Action → Create VHD.
- Simpan di lokasi yang diinginkan, misalnya
C:\vhdx\win11.vhdx
.- Pilih format VHDX apabila ingin meng-install Windows 8 dan yang lebih baru, pilih VHD untuk Windows 7.
- Atur ukuran disk, pastikan mencukupi untuk instalasi Windows yang diinginkan.
- Pilih Fixed size untuk performa yang lebih baik.
- Klik kanan pada disk
.vhdx
yang baru saja dibuat, klik Initialize Disk lalu pilih GPT apabila menggunakan UEFI, sementara pilih MBR apabila menggunakan BIOS. - Klik kanan pada disk yang sudah diinisiasi tadi, lalu buat New Simple Volume. Format sebagai NTFS, lalu assign drive letter yang diinginkan, misalnya
V:
.
Langkah 2: Mount ISO Instalasi Windows yang diinginkan
Klik kanan file ISO dari sistem operasi Windows yang akan di-install (bisa jadi versi Windows yang sama dengan yang sudah ter-install, atau beda). Lalu pilih Mount. Ingat-ingat drive letter yang didapat, misalnya E:
.
Langkah 3: Proses Instalasi
Proses instalasi dilakukan ketika Windows yang pertama sedang berjalan. Ini bisa dilakukan berkat bantuan tool DISM
. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka Command Prompt sebagai administrator.
- Cek edisi Windows yang ingin di-install dari file
.iso
dengan cara:dism /Get-ImageInfo /ImageFile:E:\sources\install.wim
- Install Windows ke file
.vhdx
yang tadi telah dibuat:dism /Apply-Image /ImageFile:E:\sources\install.wim /Index:1 /ApplyDir:V:\
- Ganti drive
E:
dengan drive letter ISO yang telah di-mount tadi. - Ganti drive
V:
dengan drive letter yang diberikan ke file VHDX.
- Ganti drive
Langkah 4: Tambahkan ke Boot Entry
- Buat boot entry yang mengarah ke file
.vhdx
menggunakanbcdedit
:bcdedit /copy {current} /d "Windows 11 VHDX"
- Catat GUID (misalnya
{xxxxxxxx-xxxx-xxxx-xxxx-xxxxxxxxxxxx}
yang muncul setelah menjalankan perintah di atas.
- Catat GUID (misalnya
- Pilih device dan path yang akan ditambahkan ke boot entry:
bcdedit /set {xxxxxxxx-xxxx-xxxx-xxxx-xxxxxxxxxxxx} device vhd=[C:]\vhdx\win11.vhdx bcdedit /set {xxxxxxxx-xxxx-xxxx-xxxx-xxxxxxxxxxxx} osdevice vhd=[C:]\vhdx\win11.vhdx bcdedit /set {xxxxxxxx-xxxx-xxxx-xxxx-xxxxxxxxxxxx} detecthal on
Langkah 5: Test Bootloader
- Nyalakan ulang atau reboot sistem.
- Pada tampilan boot menu, pilih Windows 11 VHDX (atau nama yang dipilih pada langkah 4 tadi), untuk booting ke instalasi Windows yang baru.
Selamat, sekarang sistem mu sudah memiliki 2 Windows ter-install di dalamnya. Dual boot menggunakan VHDX sangat cocok untuk:
- Yang suka bermain-main dengan versi Windows tanpa khawatir soal partisi, tapi ingin menjalankannya di bare metal
- Membedakan instalasi Windows untuk dua atau lebih keperluan, misal satu untuk personal dan yang lain untuk pekerjaan
- Bernostalgia dengan Windows versi lama, misal Windows 7 maupun Windows 8
Selamat mencoba ~ ✨